Langsung ke konten utama

PDIP Bakal Gelar Pekan Peduli Sampah Nasional, Kejar Rekor MURI

PDIP Bakal Gelar Pekan Peduli Sampah Nasional, Kejar Rekor MURI

PDIP akan menggerakkan kadernya di seluruh Indonesia untuk mengolah sampah organik rumah tangga melalui Pekan Peduli Sampah Nasional pada 9-. Kegiatan yang dipusatkan di Jakarta itu akan melibatkan kader partai hingga tingkat desa dan ditargetkan mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP PDIP Eriko Sotarduga mengumumkan rencana tersebut dalam webinar di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, Malang Selatan, Sabtu .

"Nanti kami sebagai Ketua DPP Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tanggal 9 sampai 14 November akan mengadakan Pekan Peduli Sampah Nasional," ujar Eriko.

"Kita akan memecahkan rekor MURI nanti tanggal 14 November," tambahnya.

Eriko menjelaskan, gerakan ini akan mendorong masyarakat mengolah sampah organik menjadi pupuk sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Ia menilai penggunaan pupuk kimia dapat berdampak pada kondisi tanah.

"Bapak-bapak tahu tidak apa efek samping dari pupuk kimia? Tanah menjadi keras," ujarnya.

Salah satu metode yang didorong adalah penggunaan bio-decomposer untuk mempercepat penguraian sampah organik sekaligus mengurangi bau. Bahan yang diolah mencakup sisa makanan, dedaunan, dan sampah organik rumah tangga lainnya.

"Kita tumpuk sampah organik di sana, bekas sisa makanan, daun-daunan dan lain-lain, tapi nanti harus diberikan namanya bio-decomposer untuk apa? Agar tidak bau dan proses itu menjadi lebih cepat," kata Eriko.

Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing.

"Kita bisa menjadi pahlawan di lingkungan kita masing-masing," ujarnya.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, puncak kegiatan pada 14 November akan diisi dengan aksi bersih-bersih di ibu kota provinsi dan kabupaten. Kegiatan tersebut mencakup pengumpulan serta pemilahan sampah sebagai bagian dari gerakan Merawat Pertiwi.

Hasto juga memperkenalkan program TEBA untuk mengolah sampah organik rumah tangga di tingkat rukun tetangga (RT). Program itu akan didukung penggunaan biodekomposer agar proses penguraian tidak menimbulkan bau.

"Kita olah, kami akan membuat TEBA. TEBA itu sampah organik dimasukkan di situ. Bagi yang ikut webinar nanti yang perlu nanti kami berikan datanya. Termasuk diberikan biodekomposer agar sampahnya tidak berbau, sampah organik rumah tangga itu agar tidak berbau," ujar Hasto.

Selain pengelolaan sampah, Hasto menyoroti pentingnya kebijakan tata ruang dan perlindungan hutan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan serta ketahanan pangan.

"Maka politik tata ruang, moratorium hutan-hutan kita harus dilakukan. Tidak boleh ada konversi lahan pertanian untuk kepentingan lain karena itu menyangkut masa depan anak cucu kita. Kita harus berdaulat di bidang pangan," katanya.

Pekan Peduli Sampah Nasional juga akan menjadi wadah berbagi pengalaman bagi para kepala daerah dari PDI Perjuangan dalam mengelola lingkungan. Hasto menyebut sejumlah praktik yang dapat dibagikan, mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan ruang kota.

"Termasuk Bu Risma di dalam mengelola sampah, mengelola lingkungan, membuat taman-taman kota, politik tata ruang, kemudian penggunaan teknologi," ujar Hasto.

Dalam webinar yang sama, penggerak lingkungan M. Zamroni menceritakan pengalamannya mengelola sampah melalui Tunas Hijau sejak 1999. Ketertarikannya terhadap isu lingkungan bermula setelah mengikuti program pertukaran pemuda ke Australia dan melihat perbedaan kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah.

"90% masyarakat di Jawa Timur waktu itu masih buang sampah di sekitarnya, sembarangan. Kalau di sana susah, bahkan 99% buang sampah pada tempatnya," katanya.

Setelah kembali ke Indonesia, Zamroni bersama timnya mengajak masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Mereka juga mendorong kebiasaan membawa tempat sampah sementara di saku dan mengurangi penggunaan air mineral dalam kemasan sekali pakai.

Sejak 2002, upaya tersebut diperluas dengan melibatkan anak-anak dan remaja melalui Akademi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup. Program ini mendorong generasi muda mengolah sampah dari rumah dengan melibatkan keluarga.

Zamroni mencontohkan seorang anak yang bersama keluarganya mampu mengolah sampah organik dalam jumlah besar setiap hari.

"Ada yang sejak pandemi bahkan 2020 itu satu anak dengan keluarganya itu mengolah sampah organik 125 kilogram dalam sehari. Di rumah," ujarnya.

Ia juga menyebut seorang siswa sekolah dasar mampu mengolah 110 kilogram sampah organik per hari atau sekitar 3,3 ton dalam sebulan.

Dalam sesi dialog, Zamroni turut menyoroti keterbatasan lahan untuk menanam pohon di Surabaya. Menurutnya, harga tanah yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi gerakan penghijauan di kota tersebut.

"Kalau Surabaya nanam pohon itu mahal. Ibaratnya kalau mau nanam pohon ya mesti seyogianya beli tanahnya juga. Kalau tanah di Surabaya kok ada Rp 2 juta per meter," katanya.

Ia membandingkan mahalnya harga lahan dengan biaya pembelian bibit pohon yang relatif murah.

"Pohonnya murah Rp 25.000 tapi mau ditaruh dimana?" ujarnya.

Mendengar persoalan tersebut, mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengikuti acara secara langsung menawarkan bantuan untuk memfasilitasi kebutuhan lahan penanaman pohon.

"Kontak saya ya kalu butuh lahan untuk menanamnya, nanti ayo kita kerjakan bersama-sama," ujar Risma.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ratusan Raja dan Sultan Meriahkan Pawai Budaya Nusantara di Bundaran HI

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak masyarakat memeriahkan Pawai Budaya Nusantara di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional. Dalam keterangan resmi, Minggu, Rano mengatakan pawai tersebut akan menampilkan beragam kesenian daerah dan melibatkan sekitar 100 raja serta sultan dari berbagai wilayah di Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Kegiatan dijadwalkan berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Rangkaian acara meliputi karnaval budaya, pertunjukan marching band, atraksi pencak silat, tari massal, serta parade kebudayaan dari berbagai daerah. Menurut Rano, kehadiran para raja dan sultan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat Jakarta. “Para raja dan sultan se-Nusantara telah hadir di Jakarta guna berpartisipasi dalam karnaval kebudayaan pada Minggu pagi. Kehadiran beliau sekalian menegaskan kedud...

Sekjen PBB Temui Prabowo di Hambalang, Ini yang Dibahas

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres di kediaman pribadinya di Hambalang, Minggu . Prabowo menyambut langsung kedatangan Guterres saat turun dari kendaraan. Guterres dan rombongan terlihat kompak mengenakan batik. Guterres juga disambut hangat oleh anak-anak yang mengenakan pakaian adat nasional dalam rangkaian prosesi penyambutan. Setelah prosesi penyambutan, Presiden Prabowo dan Sekjen PBB Guterres melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing. “Pertemuan membahas sejumlah isu strategis serta upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global,” demikian keterangan dalam siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu . Pertemuan ini juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat dialog dan kemitraan antara Indonesia dan PBB. Selain itu, pertemuan tersebut menegaskan pentingnya k...

Sejumlah Tokoh Beri Ucapan Ulang Tahun untuk Prabowo

Presiden Prabowo Subianto berulang tahun ke-75 pada Sabtu hari ini. Sejumlah tokoh pun mengucapkan selamat dan mendoakan Prabowo di hari ulang tahunnya. Salah satunya, disampaikan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Dasco mendoakan Prabowo diberikan kesehatan. "Kami Bersama Prabowo. Semoga Allah SWT menjaga kesehatan Bapak, menguatkan setiap langkah, dan menerangi setiap keputusan yang Bapak ambil untuk Indonesia," kata Dasco melalui akun Instagramnya, Sabtu. Hal yang sama disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Bahlil mendoakan agar Allah SWT melimpahkan kesehatan hingga kekuatan kepada Prabowo dalam memimpin Indonesia. "Selamat ulang tahun ke-75 Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Indonesia menuju bangsa yang mandiri, sejahtera, adil, dan makmur," ...